Tentang Kami

Profil Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM

Sejak awal abad ke-21 dan didukung oleh adanya era Revolusi Industri 4.0, kolaborasi interdisiplin ilmu pendidikan mulai dikembangkan. Kolaborasi interdisiplin ilmu pengetahuan merupakan salah satu simbol kemajuan dan kekuatan bidang pendidikan. Pada beberapa tahun terakhir, kolaborasi interdisiplin ilmu pendidikan diawali dari disiplin ilmu sains dan matematika, yang mana kedua disiplin ilmu tersebut saling berkesinambungan. Integrasi dari sains dan matematika adalah disiplin teknik (engineer) dengan berbantuan teknologi. Oleh karena itu, kolaborasi interdisiplin ilmu ini dapat menjadi pionir bagi kemajuan ilmu pendidikan. Pada beberapa tahun terakhir, tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen-dosen Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) terimplementasi melalui banyaknya aktivitas yang bersifat multidisiplin ilmu. Secara tidak langsung para dosen mulai mengkolaborasikan disiplin-disiplin ilmu khususnya disiplin ilmu STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sehingga bidang STEM layak dikembangkan di UNPAR.

Banyak kegiatan tri dharma yang telah dilakukan oleh dosen-dosen UNPAR dengan berbasis pembelajaran STEM, atau setidaknya berbasis disiplin-disiplin ilmu di dalam STEM. Beberapa kegiatan berbasis STEM di antaranya adalah: (1) Pelatihan guru berbasis STEAM: Electromagnetism dan Motor bekerja sama dengan Petra dan Rumah Edukasi pada tanggal 7 Desember 2021 yang bertujuan membekali guru SMP dengan pembelajaran berbasis STEM; (2) Workshop Artificial Intelligence (AI) bekerja sama dengan Rumah Edukasi, Gigo (Taiwan), R4M, dan UNPAR yang diselenggarakan secara bertahap sejak Januari sampai Juli 2022 untuk memperkenalkan konsep kecerdasan buatan kepada guru dan siswa sekolah menengah, menerapkan pembelajaran STEM menggunakan Gigo Arduino, dan kegiatan praktik roda gigi menggunakan bahan di lingkungan sekitar ; (3) Eksperimen berbasis STEAM kerja sama Rumah Edukasi, Gigo (Taiwan), dan UNPAR pada tanggal 6 Agustus 2022 dengan tujuan memperkenalkan eksperimen berbasis STEAM kepada guru-guru SMP dan SMA; (4) Mcd Classroom kerja sama Mc Donalds, KlassKu, dan PGRI pada tanggal 27 Juni – 1 Juli 2022 yang bertujuan membekali guru dengan proses pembelajaran paradigma baru dan asesmen nasional yang baru.

UNPAR juga rutin mengikutsertakan dosen dan mahasiswanya dalam kegiatan-kegiatan internasional, di antaranya: (1) Global Youth Entrepreneurship Challenge (GYEC) – Jepang kerja sama Center for Innovative Learning Development and Center for Innovative Learning yang rutin diikuti untuk mempersiapkan generasi muda yang siap bekerja sama dalam interdisiplin ilmu terutama science dan entrepreneurship; (2) Indonesia Mathematical Modeling Challenge kerjasama UNPAR dan Center for Innovative Learning yang bertujuan memotivasi siswa SMP dan SMA untuk mempelajari pemodelan matematika; (3) International Mathematical Modeling Challenge kerja sama UNPAR dan COMAP (USA) dengan tujuan memotivasi siswa SMP dan SMA untuk mempelajari pemodelan matematika dan berinteraksi secara global; (4) Asia Pacific Conference of Young Scientists kerja sama APCYS dan UNPAR yang bertujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia yang siap melakukan penelitian dan membangun jaringan global; (5) International Conference of Young Scientists kerja sama ICYS dan UNPAR yang bertujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia yang siap melakukan penelitian dan membangun jaringan global.

Sebelumnya, semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi di bidang pembelajaran STEM yang telah dilakukan oleh dosen-dosen UNPAR sebelumnya masih bersifat individual dan tidak terorganisasi dalam level lebih tinggi dari Jurusan. Banyak keterbatasan yang dirasakan oleh para dosen dalam melaksanakan tri dharma berbasis STEM ini, di antaranya perangkat pembelajaran dan pelatihan yang masih belum paten, sarana dan prasarana yang belum dapat mengakomodasi semua implementasi pembelajaran STEM, dan kajian-kajian literasi pembelajaran STEM yang masih terbatas. Beberapa keterbatasan tersebut menjadi alasan diperlukannya suatu pusat studi di UNPAR yang berfokus pada tri dharma berbasis pembelajaran STEM, sehingga pendirian Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM (STEM Center for Teaching and Learning / STEM-CTL) UNPAR diinisiasi. Melalui Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM UNPAR, dosen-dosen UNPAR dapat mempunyai suatu lembaga formal di dalam lingkungan UNPAR untuk bereksplorasi, berelaborasi, dan berkonfirmasi satu sama lain dalam kegiatan tri dharma berbasis pembelajaran STEM.

Pendirian Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM UNPAR merupakan respons dari para dosen-dosen di UNPAR atas adanya inisiatif pendirian program studi Sarjana Pendidikan STEM di UNPAR sebagai program studi pertama di Indonesia dengan nomenklatur terkait. Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM diharapkan dapat menjadi penopang dan penunjang dalam proses pembelajaran program studi Sarjana Pendidikan STEM nantinya, dengan berkontribusi secara langsung dalam kegiatan pengenalan dan pelatihan pembelajaran STEM kepada mahasiswa program studi Sarjana Pendidikan STEM, serta pelatihan kepada siswa, guru, dan peneliti di Indonesia dalam proses pembelajaran STEM di sekolah.

Ketua

Christina Ester Manthalina Hutabarat, S.Si., M.Si.

Visi

Menjadi pusat studi interdisiplin yang unggul, inovatif, dan mandiri dalam pengembangan ekosistem pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat hingga pada skala internasional

Misi

  • Mewadahi penelitian dan pengabdian dosen UNPAR di bidang pembelajaran STEM
  • Mengembangkan inovasi pedagogis dan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan di bidang STEM
  • Menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas di bidang STEM
  • Menyelenggarakan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tentang STEM dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan forum ilmiah berupa workshop, seminar, konferensi, webinar, dan diskusi ilmiah

 

Tujuan

  • Mendorong pengembangan inovasi pembelajaran STEM dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat
  • Mendorong publikasi ilmiah dosen UNPAR di jurnal nasional dan internasional dalam bidang STEM
  • Mendorong peningkatan pengabdian masyarakat di bidang STEM yang memberikan dampak positif secara nyata kepada berbagai lapisan masyarakat dalam aspek pendidikan khususnya yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal)
  • Meningkatkan jumlah kegiatan forum akademik mengenai STEM di lingkungan UNPAR berupa workshop, seminar, konferensi, webinar, dan diskusi ilmiah
  • Melakukan berbagai program kolaborasi di bidang STEM dengan berbagai institusi di tingkat daerah, nasional, dan internasional

Anggota Tim